Sampai di rumah sakit, ternyata Shanum telah dipindahkan ke ruang perawatan biasa, tidak di ICU lagi karena kondisinya stabil. Setelahnya, Damar langsung menyerahkan buah tangannya dan mendekati sang putri. “Gimana, Sayang? Masih pusing, gak?” Tak menjawab dengan lisan, Shanum hanya memberi gelengan. Bocah kecil manis dan cantik mirip Damar kemasan sachet itu terpesona dengan bau kue yang harum dan menggoda. Melihat Shanum meliriknya, Damar menyerahkannya, “Ah, syukurlah kalau kamu gak papa. Ini, Ayah bawakan kue red Velvet kesukaan Shanum. Tadi, Ayah udah tanya dokter, katanya Shanum boleh makan ini.” “Beneran?” tanya Shanum memastikannya terlebih dulu. “Bener,” kata Damar. Setelahnya, ia membuka paper bag berisi sekotak kue. Kemudian, mengeluarkan red Velvet itu ke atas pangkuan Shanum dan mulai memotongnya. Dari arah kamar mandi, Diana menatap sang suami yang sudah di sana. “Mas? Kapan kembali? Kok aku gak denger?” “Baru aja semenit lalu, Yang.” beritahu Damar. Ia mema
اقرأ المزيد