“Diakah selanjutnya, Tom? Kamu tidak salah, ‘kan?”Pria bertubuh kekar yang dipanggil dengan sebutan Tom itu segera merapat, mengikuti arah pandang tuannya, lantas menjawab, “Iya, Tuan. Saya tidak salah, dia memang target kita selanjutnya.”“Dulu saat aku bertemu dengannya, dia masih sangat kecil dan suka menangis.” Sang Tuan mengangguk. Ia tersenyum miring kala suara beratnya terdengar lebih rendah dan dalam untuk melanjutkan, “Mungkin … kurang dari satu tahun. Kamu lihat itu, tidakkah menurutmu dia terlalu mungil dan kecil untuk mengamati keadaan tadi malam—hingga kita nyaris saja ketahuan untuk mencelakainya? Lihat dia, berkacamata tebal, tampak seperti kutu buku. Sulitkah mendekatinya sekarang lalu … kita binasakan dia?”“Saya melihatnya, Tuan.” Tom menatap ke depan, sejurus kemudian ia menoleh pada tuannya, mencoba memperingatkan, “Wajahnya memang terlihat lugu. Tapi, jangan terkecoh dengan penampilannya lugunya, Tuan. Anda tahu sendiri kalau dia putr
Last Updated : 2026-01-21 Read more