“Kayaknya aku mau jualan deh,” usul Ara tiba-tiba, memecah keheningan dengan sebuah ide yang sudah lama berputar di kepalanya.Sagara yang sedang menyesap minumannya hampir tersedak. Ia langsung menggeleng tegas dengan wajah tidak suka. “Mau jualan apa sih? Ada-ada aja! Gak, gak! Gak usah jualan, biar aku yang kerja nanti sambil sekolah. Bisa kok!”“Ya ... tapi aku kepikiran jualan makanan khas Indonesia. Kayaknya di sini jarang banget, ya, ‘kan? Jadi, gak ada salahnya, ‘kan memperkenalkan kuliner kita ke mereka yang ada di sini,” bela Ara, mencoba memberikan alasan logis. Lagi pula, ia pasti kesepian kalau Sagara harus bersekolah dan kerja. Mereka hanya bertemu pagi hari saja. Lalu malamnya, pasti Sagara lelah dan tidur. Lalu, waktu berduaannya kapan?“Iya gak salah, tapi aku yang ngerasa bersalah,” sahut Sagara, suaranya kini memberat karena harga dirinya mulai terusik.“Why?”“Ya kamu secara gak langsung lagi ngeraguin kemampuan aku menghidupi kamu, gak sih?” “Kok kamu tersinggun
Last Updated : 2026-01-30 Read more