“Rekomendasi orang yang cekatan dan berpengalaman ya? Kayaknya belum ada, deh. Coba nanti Mami tanya Papi dulu,” ujar Kim sambil meletakkan piring terakhir.“Oke, Mi,” sahut Ara singkat, merasa lega karena mertuanya ikut membantu memikirkan tenaga kerja tambahan.Pukul 6 petang, aroma harum dari dapur benar-benar memenuhi seluruh ruangan apartemen. Sate lilit yang aromatik dan aneka makanan Indonesia lainnya sudah tersaji cantik di atas meja, siap untuk disantap.Usai menjalankan kewajiban ibadah, Ara dan Sagara segera bergabung dengan para orang tua. Mereka berenam—Ara, Sagara, Diana, Damar, Kim, dan Arnold—duduk melingkar di satu meja besar, menciptakan suasana hangat di tengah dinginnya AC apartemen.Melihat makanan yang begitu menggoda, Damar tidak bisa menahan seleranya. Ia langsung memuji sambil melirik istrinya, “Hm, sate lilit. Kesukaanku nih, Yang.”“Ini, ambillah, Mas. Tapi, ingat, jangan banyak-banyak, koles
Last Updated : 2026-01-31 Read more