Ara menyipitkan mata, menatap Sagara yang masih terpaku pada layar di tangannya. “Nah, sekarang gantian. Mana ponsel kamu?” todong Ara tiba-tiba.Sagara mendongak, keningnya berkerut heran. “Ponsel aku? Buat apa?”“Kenapa? Kok panik gitu? Lagi nyembunyiin sesuatu, ya?” selidik Ara, tak melepaskan pandangannya pada sang suami. “Kalau Hp aku aja kamu cek, aku juga harus cek HP kamu, ‘kan? Aku hanya mencegah bibit bibit perselingkuhan.”“Ih, enggaklah! Ngapain juga aku selingkuh,” bela Sagara cepat. “Aku gak nyembunyiin sesuatu, ya.”“Kalau enggak, siniin.” Ara mengulurkan tangan, telapaknya terbuka di depan wajah Sagara.“Ya, bentar dulu, masih ngirim foto dan video yang kamu rekam tadi nih …”“Enggak usah banyak alasan, ya!” potong Ara, nada suaranya naik satu oktav, membuat Sagara tak punya pilihan selain menyerah.Sagara mencebik, meski tangannya tetap merogoh saku celana untuk mengambil benda pipih itu. “Cek saja
Last Updated : 2026-02-13 Read more