Laras terus melangkah lebar, seolah ingin meninggalkan jejak cemburu yang membakar hatinya di lantai koridor rumah sakit.Meskipun begitu, ia sibuk menggerutu dalam hati, ‘Dasar Dokter Devi centil! Jangan-jangan selama ini dia curi-curi kesempatan pas Mas Dokter sibuk kerja?!’Laras mendengkus, bahkan terlintas akan mencari dokter kandungan lain. Biar saja Dirga merajuk!!!Di persimpangan lorong, mendadak langkah Laras terhenti oleh suara yang ia kenal."Oy, Laras! Jalan pelan dikit!" panggil Dinda, matanya mengikuti perut Laras yang bergoyang karena langkah cepat itu.Melihat Dinda, semua amarah Laras seketika mencair. Senyum merekah terukir di wajahnya, dan ia berjalan menghampiri kakaknya itu. Ia memeluk Dinda erat-erat."Kenapa, sih, adikku yang perutnya sudah sebesar bak mandi ini?" goda Dinda sambil membalas pelukan.Laras melepaskan pelukan dengan wajah kembali serius. "Serius, kakakku, mau tahu?""Serius. Bilang aja. Kalau perlu, gue tonjok orang yang bikin lu bete," ka
Last Updated : 2025-12-27 Read more