Setelah kecanggungan yang menyergap semalam sampai pagi menjelang, Dinda juga insomnia. Masalahnya adalah, Randy mengajaknya bermalam di ruangannya. Lebih gilanya lagi, mereka tidur bersisian di atas sofa sempit yang cukup lumayan bisa menampung tubuh tinggi keduanya. Meskipun dengan posisi memunggungi, Dinda tetap bisa merasakan dekapan Randy di atas tulang dadanya.Ia menutup muka teringat kegilaannya semalam. “Aduh! Kok, bisa, sih.”Dinda tidak sadar bahwa saat ini Laras yang sedang menyesap susu hangat buatan Dirga ditambah camilan kacang almond pemberian Dewi menatap kakaknya itu dengan mata menyipit. “Kenapa, lu, Din?” bisiknya.Tersentak, Dinda menurunkan tangannya sedikit dan mencondongkan kepala pada Laras."Gila, Ras. Semalem, si Bapak ….” Dinda memelankan suara, sambil menatap Dirga yang mengayun bayi kembar di kedua tangannya. Ia memulai lagi dengan suara berbisik, “Pak Randy, maksudnya, ngajakin kenalan serius gitu lho. Dia bilang nggak mau pacaran, maunya langsung ke jen
Last Updated : 2026-01-04 Read more