‘Jadi itu … cewek yang mau dijodohin sama Pak Randy? Cantik, sih, ya, lumayan lah,’ oceh Dinda dalam hati. Egonya, tentu tak ingin kalah. Kekaguman yang tadi sempat menyergap pun kini punah, lantaran tahu siapa wanita itu.Dinda berusaha menampilkan sikap tak acuh, berpura-pura sibuk memperhatikan bulir-bulir padi. Namun, Ibu Randy seolah sengaja memanasinya dengan memuji-muji gadis itu.Telinganya benar-benar panas, dan terbakar.“Hati-hati, Neng, jangan sampai jatuh,” ujar Ibu Randy dengan nada lembut yang sama sekali tidak pernah Dinda dengar ditujukan padanya.Gadis asing itu menoleh ke arah Ibu Randy. “Kata Sopir Bapak, Bu Rima cari saya? Ada apa ya?” tanyanya sopan.Mata Bu Rima bergerak-gerak, seperti mencari alasan yang tepat, tidak lama, ia langsung menyahut, “Keponakan Ibu mau masukin anak sekolah. Kamu kan mengajar di SD. Sekolah kamu masih terima murid baru?”“Masih, Bu,” jawab gadis itu. Setelah bertukar senyum, gadis itu kembali bertanya, sorot matanya menyiratkan rasa i
Last Updated : 2026-01-12 Read more