Sambil mengunyah buah mangga Luna teringat sesuatu. Ia menatap potongan mangga di tangannya, lalu melirik perutnya yang sudah mulai menonjol meski belum terlalu besar.“Mas, bagaimana kalau aku jadi gendut selama hamil?” tanya Luna sambil terus mengunyah. Raut wajahnya seperti butuh diyakinkan. Buah itu masih renyah, bahkan Devan bisa mencium bau asemnya meski gak nyentuh sama sekali. Tapi lihatlah, Luna justru seperti makan keripik, sangat menikmati setiap gigitan yang masuk ke mulutnya.“Ya nggak apa-apa, sayang. Aku mencintaimu karena semua yang ada di dirimu. Bukan cuma karena fisikmu,” jawab Devan penuh keyakinan, seolah pertanyaan itu tidak perlu dipertimbangkan. Cintanya sudah habis buat Luna, tak ada yang lebih cantik dari Luna.Luna mengerjap. “Ah, manis banget bibir calon suamiku. Mudah-mudahan sesuai dengan isi hatinya yang sebenar-benarnya,” ucapnya, kali ini sambil mendongak agar bisa menatap wajah calon suaminya jelas-jelas.Devan hanya terkekeh kecil, lalu mencubit gema
Terakhir Diperbarui : 2025-10-24 Baca selengkapnya