“Siapa yang masak buat, Dika?” tanya Luna.“Mbak,” jawab Dika.“Mbak itu suster Maria?” tanya Luna lagi.Dika menggeleng, “bukan, Tante, mbak itu yang sering masak dan bersih-bersih,” jawabnya. Luna mengangguk paham.“Tapi lebih enak masakan, Tante,” jawabnya jujur. Luna mengusap lembut rambut Dika.“Kenapa, Dika, gak ikut liburan dengan Mama dan Papa?” pertanyaan ini sudah sempat Luna tanyakan kemarin, tapi entah kenapa dia penasaran lagi dengan jawaban Dika. Siapa tahu berubah dari jawabannya kemarin. “Dika mau sekolah, Tante. Mama sama Papa perginya lama. Jadi Dika disuruh di rumah aja, ya udah Dika dirumah,” jawabnya mantap. Meski kata-kata yang keluar tidak sama dengan yang kemarin, hanya saja memiliki maksud yang sama. Cuman yang Luna heran kenapa mereka mempercayai anaknya hanya diasuh oleh pelayan, sementara mereka memilih berlibur, pikirnya.“Tapi Dika udah izin kan mau main lagi ke sini?”Dengan penuh antusias Dika mengangguk, lalu menjawab, “sudah Tante. Barusan mama dan
Last Updated : 2026-01-07 Read more