Rhevan menatap Pak Andrew dengan wajah yang benar-benar berubah, dari yang tadinya biasa saja menjadi syok berat. “Apa?” suaranya terdengar berat, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. “Mengambil alih aset?” Rahangnya mengeras. “Tolong jelaskan yang benar!” Pak Andrew menundukkan kepala sedikit. Wajahnya terlihat tidak nyaman. “Maaf, Pak. Saya tahu ini bukan waktu yang tepat untuk menyampaikan hal seperti ini," ucap Pak Andrew sambil menarik napas sebelum melanjutkan. “Tapi pihak Meghantara Group meminta agar proses pengambil alihan aset segera dilakukan.” Rhevan mengepalkan tangannya. “Kenapa?” desaknya tajam.Pak Andrew membuka tablet di tangannya, lalu berkata dengan nada hati-hati. “Menurut laporan dari tim hukum Meghantara, beberapa klausul dalam kontrak kerja sama yang kita tandatangani sebelumnya telah dilanggar oleh perusahaan kita.” Kalimat itu membuat Rhevan langsung menegang. “Selain itu,” lanjut Pak Andrew, “kinerja perusahaan juga terus menurun dal
続きを読む