Aku mengipas-ngipas wajah karena merasa kepanasan. Mungkin... Sekarang wajahku sudah seperti udang rebus. Bisa-bisanya dosen ini memancing hasratku."Wajah kamu merah?" tunjuk pak Jefri sambil tersenyum menggoda. Ia meniliti wajahku, meski aku sudah berusaha menyembunyikannya di balik tangan. "Kamu malu?""Ih... Bapak nih..." protesku sambil menepuk pahanya.Ia mendorong pundakku dengan agresif, lalu menunggangi tubuhku sambil berbisik, "Kamu sudah sehat, kan?"Aku hanya mengangguk pelan sambil tersenyum belibis.Ia meremas kedua tanganku di kasur, lalu berbisik di dekat telinga. "Saya sudah menahannya sejak tadi. Jadi... saya tidak akan melakukan banyak pemanasan."Aku menoleh, pandangan kami bertemu. Mata kami saling bertatapan, dalam... dan hangat. Seolah terbuai oleh cinta. Meski sebenarnya, mungkin pak Jefri hanya ingin bersenang-senang denganku.Aku mengangguk samar sebagai tanda kesepakatan.Tanpa basa-basi, pak Jefri mulai menyusuri leherku dengan bibirnya. Ia mengulum, sambil
Last Updated : 2025-11-27 Read more