Pak Jefri membuka mata, lalu menoleh padaku dengan tatapan dingin. "Sebenarnya kamu suka, kan, disentuh oleh saya?"Mataku membulat, spontan menarik tangan dari genggaman Pak Jefri. "Hah, nggak usah ge-er!"Aku langsung merebahkan diri sambil memunggunginya.Pak Jefri mendekatiku, lalu berbisik, "Kalau kamu meraba saya terus, saya akan melanggar batas."Aku menutup wajah dengan selimut, meringkuk malu di dalamnya. 'Bodoh! Bisa-bisanya aku ketangkap basah,' batinku.Kami tidur sampai pagi tanpa terjadi apapun. Pak Jefri benar-benar tidak menyentuhku sama sekali. Saat aku membuka mata, ia sudah rapi dengan setelan jasnya duduk di sofa sambil bicara lewat telepon."Iya sayang... Mama tiba-tiba mau datang ke Indonesia hari ini. Kamu bisa ikut jemput Mama?" tanya Pak Jefri dengan nada hangat.Orang yang bicara lewat telepon itu, pasti Dita. Pak Jefri tidak pernah bicara hangat kepada siapapun, kecuali Dita dan ibunya."Mama ingin bertemu sama menantunya. Luangkanlah waktu sebentar saja," u
Last Updated : 2025-12-14 Read more