Beberapa saat kemudian, ponsel Pak Jefri berdering. Ia melepas pelukannya sebentar, lalu menjawab telepon itu menggunakan pengeras suara."Iya, Niken?""Saya sudah urus administrasi rumah sakit Non Erika, Pak.""Bagaimana dengan korban kecelakaan tadi?""Tidak ada korban jiwa maupun luka. Hanya mobilnya saja yang ringsek, sudah saya urus untuk pertanggungjawabannya.""Mobil Erika?""Sudah di bengkel asuransi juga, Pak.""Tidak ada masalah hukum?""Tidak, semua sudah aman."Pak Jefri menghela napas lega, guratan tegang di wajahnya perlahan memudar. Benarkah dia sekhawatir itu? Apa dia sungguh punya cinta yang begitu besar untukku?"Baiklah, Niken. Terima kasih."Setelah panggilan berakhir, seorang perawat datang untuk melepas infusku. "Sudah boleh pulang, Mbak," ucapnya ramah lalu beranjak pergi.Aku dan Pak Jefri saling bertatapan lama, sebelum akhirnya ia membuang napas panjang. "Ayo pulang," ucapnya dengan nada yang sengaja dibuat kasar, seolah masih kesal."Tapi kaki saya masih sak
Last Updated : 2025-12-21 Read more