Aku memukul-mukul dada Pak Jefri, berusaha melepaskan diri dari ciumannya. Setelah berhasil, aku langsung berteriak dengan napas memburu. "Oke. Saya akan menuruti perintah Bapak!" Pak Jefri tersenyum miring, ia menatapku dengan mata berbinar. "Bagus. Harusnya kamu menurut sejak tadi," ucapnya dengan nada dingin, lalu melepas dekapannya.'Sialan! Kenapa aku harus terjebak dalam hubungan ini?' keluhku dalam hati.Pak Jefri menggandeng tanganku, lalu membawaku kembali ke ruang tunggu."Ma..." panggil Pak Jefri pada ibunya yang sedang duduk sambil membaca majalah.Mama Pak Jefri mengangkat wajah, lalu menutup majalahnya dengan mata berbinar. "Kamu menjemputnya ke toilet?""Iya," sahut Pak Jefri, lalu menoleh padaku. "Dia suka kesasar, jadi saya jemput," sindirnya, menatapku dingin penuh pertarungan."Eghem!" Aku tersedak ludah sendiri, dan menunduk untuk menahan malu."Cepat sapa Mama," perintah Pak Jefri sambil mendorong tanganku.Aku tersenyum canggung, lalu meraih tangan wanita paruh
Last Updated : 2025-12-16 Read more