Setelah mendapat keberanian, Aluna datang ke tempat kerja Freddy. Ia melihat Freddy dari jauh, lelaki itu jongkok, mencabut rumput liar, tangannya gores-gores, seragamnya lusuh. Aluna menahan napas. Itu bukan gambaran ayah yang pernah ia bayangkan. Freddy berdiri untuk mengambil alat, dan ketika melihat Aluna, ia terdiam—kaget, panik, tapi bahagia. “Kamu… datang lagi?” tanya Freddy dengan tatapan sayu. Aluna tersenyum kecil dan canggung, “Saya cuma… mau lihat keadaan anda.” Mereka duduk di bangku taman kecil. Suasana hening, tapi lembut. “Saya pikir… anda itu orang kaya, atau minimal punya posisi besar. Tapi…” Freddy senyum tapi sedih, “Hidup nggak selalu ngasih aku kesempatan kedua, Nak. Tapi kalau kamu mau… aku mau mulai dari nol buat kamu.” Aluna menggigit bibir, menahan haru. ***** Malam itu Riana termenung. Ia tahu Freddy sudah jatuh sangat jauh. Ia tahu Freddy menderita. Ia tahu Freddy tidak berbohong ketika bilang tidak tahu soal kehamilannya dulu. Ria
Last Updated : 2025-11-20 Read more