Dan tim kecil itu pun terbentuk, Adrian, Freddy, Riana (tetap ikut karena naluri ibu tidak bisa dibendung) dan Adric. Serta beberapa petugas keamanan dan relawan. Malam itu, rombongan mereka melaju menuju pegunungan tempat Daniel membawa Aluna. Dalam perjalanan, petugas memberi kabar, bahwa mobil Daniel terekam CCTV melewati pos desa menuju kawasan hutan pegunungan. Freddy mengepalkan tangan, “Berarti dia sengaja. Dia tahu tidak banyak sinyal di atas sana.” Adric menunduk, menggigit bibirnya, merasa panikan tapi berusaha tegar. Riana meraih tangan putranya, “Kita pasti bisa menyelamatkan kakakmu." Adric mengangguk, meski seluruh tubuhnya gemetar halus. Begitu mereka sampai di kaki gunung, kabut dingin menyelimuti jalur, udara lembap membuat napas terlihat seperti asap, suara hutan sunyi, hanya terdengar angin dan gesekan daun. Adric menyalakan senter di kepalanya. Riana menatapnya khawatir, “Kamu yakin bisa, Nak?” Adric menarik napas panjang, “Kalau Kak Aluna sendi
Last Updated : 2025-12-01 Read more