Di dalam mobilnya, Kayden duduk tegak dan menatap Zahra dengan serius. "Apa pun," katanya dengan tegas. "Syarat yang kamu berikan, aku terima." "Jangan dipublikasikan," jawab Zahra dengan tegas meskipun suaranya lembut. "Saya mohon Jangan sekarang." "Saya ingin tetap bekerja dengan tenang. Tanpa bisik-bisik. Tanpa penilaian." Kayden memandangnya lama, lalu tersenyum perlahan. "Jadi hubungan kita di rahasiakan, bagitu?" Zahra mengangguk. “ Iya,Sampai waktunya tepat." Kayden mengulurkan tangannya, tidak menyentuh, hanya menggenggam udara di antara mereka. "Aku bisa menunggu," katanya dengan tegas. "Tapi asal kamu tahu, perasaanku ini tidak main-main, Zahra." Zahra membuka pintu mobil, lalu berhenti sejenak. "Terima kasih," ujarnya lembut. "Ini bukan karena Kamu menyukai saya, tetapi karena Kamu menghormati keputusan saya." "Baiklah aku mengerti," ucap Kayden tersenyum hangat. “ Kalau begitu sampai jumpa besok Zahra. Selamat malam." "Selamat malam, Kay
Last Updated : 2026-01-30 Read more