Pintu ruangan kosong itu tertutup rapat. Zahra masih terdiam, jantungnya berdegup kencang saat menyadari siapa yang menariknya masuk ke sana. “Shhht ….” bisik Kayden sambil tersenyum, jari telunjuknya diangkat di depan bibir. “Kayden!” seru Zahra pelan namun panik, matanya membesar. “Kamu bikin aku terkejut, tahu nggak?!” Kayden tertawa kecil. “Kalau aku nggak begitu, kamu pasti sudah kabur ke kantin.” Zahra memukul ringan dada Kayden. “Ini kantor, bukan taman bermain. Kalau ada yang melihat ...” “Tenang saja,” potong Kayden lembut. “Ruangan ini sudah lama tidak digunakan.” Zahra menghela napas, berusaha menenangkan diri. “Tetap saja tidak sopan. Kamu ini bos, seenaknya menarik sekretaris ke ruangan kosong.” Kayden justru bersandar di dinding, menatap Zahra dengan senyum yang berbeda dari biasanya, hangat, lembut, dan jelas penuh rasa rindu. “Kamu tahu kenapa aku menarikmu ke sini?” Zahra menggeleng pelan, berusaha menghindari tatapannya. “Karena kamu iseng?” Kayden
Last Updated : 2026-02-09 Read more