Olivia beranjak dari kursinya sambil berkata, “Aku ke toilet sebentar ya.”Fajar hanya menunduk, jari-jarinya sibuk menyentuh layar handphone tanpa mengangkat wajah sedikit pun. Olivia mendengus kecil, lalu melangkah pergi.Di meja lain, suasana jauh berbeda. Rian menatap Lily dengan senyum tipis, lalu berkata,“Sayang, harapan kamu sebelum tahun ini berakhir apa?”Lily yang sedang memegang sendok sempat terdiam. Ia mengerutkan kening, berpikir sejenak, lalu tersenyum tipis.“Apa ya…” gumamnya pelan.Setelah hening sejenak, ia melanjutkan, “Semoga aku bisa sukses, bisa bahagiain bundaku.”Saat itu, telinga Fajar yang semula fokus pada layar ponselnya tiba-tiba menangkap suara familiar. Ia menoleh samar, menajamkan pandangan ke arah sekeliling restoran. Tak butuh waktu lama baginya untuk menemukan Lily—duduk bersama seorang pria muda. Tatapan Fajar terhenti pada mereka, matanya sedikit menyipit.Lily melanjutkan dengan nada setengah bercanda, “Semoga CEO aku yang ngeselin dan juga ding
Dernière mise à jour : 2025-09-07 Read More