Pagi itu, mentari Jakarta masih malu-malu menembus tirai jendela sebuah kost-an putri sederhana di daerah Jakarta. Di balik selimut tipis, seorang gadis muda masih terlelap. Namanya Lily, gadis yang merantau demi membantu orang tua. Kamarnya mungil tapi penuh karakter. Poster dinosaurus menempel di dinding, boneka kecil berjejer rapi di rak, dan sebuah meja belajar dengan laptop tua serta tumpukan buku di sampingnya. Suasana masih sepi, hanya terdengar suara kipas angin berputar lambat dan dering alarm dari ponselnya yang terus berbunyi. Namun, Lily tetap terlelap, tenggelam dalam mimpi yang hangat. Tak lama kemudian, alarm itu berhenti, berganti dengan nada dering telepon. Dengan wajah mengantuk, Lily meraba ponselnya dan mengangkat panggilan itu. “Halo, Bun…” suaranya pelan, masih berat karena baru bangun. Dari seberang, suara bundanya terdengar jelas, “Halo, kamu sudah berangkat?” “Berangkat? Berangkat kemana?” Lily menjawab dengan malas, matanya masih terpejam. Bunda mendes
Last Updated : 2025-09-07 Read more