Di padepokan tersembunyi Cupu Watu, sebuah oase di tengah dataran Kewu yang subur, ketenangan membentang seperti selubung tipis di atas kerisauan. Lima bulan telah berlalu sejak kepergian Wiku Sasodara, meninggalkan sebuah kekosongan yang tidak dapat terisi oleh keheningan. Ketenangan itu terasa palsu, rapuh, bagaikan gema tawa di hadapan duka yang terpendam.Wiku Amasu, yang dengan tegas dipercayakan amanah menjaga Pangeran Talang Wisang serta para pemuda, berdiri tegar di puncak batu karang yang menjulang, matanya menyapu cakrawala yang diwarnai oleh kabut pagi. Pandangannya kemudian beralih kepada dua sosok di pelataran padepokan: Wulung dan Mahesa Seta, yang tengah berlatih ilmu kanuragan mereka. Namun, setiap gerakan, setiap ayunan pedang, terpancar kehampaan. Mereka berdua hanya menunggu, terperangkap dalam ketidakpastian yang menggerogoti.“Lima bulan tanpa bimbingan Panglima Jentra dan Tumenggung Rukma, anak-anak itu mulai kehilangan gairah, bahkan semangat juang mereka terger
Last Updated : 2025-11-24 Read more