Beberapa menit telah berlalu, namun Anetta dan Bram hanya duduk begitu saja. Anetta bersandar pada Bram, napasnya pelan. Bram mengusap punggung Anetta dalam ritme stabil, bak ritme yang biasa ia lakukan untuk menenangkan Dion, tapi malam ini ia pakai untuk menenangkan istrinya sendiri.Akhirnya, Anetta kembali membuka mata.“Bram… boleh aku tanya sesuatu?” Ucap Anetta memecah keheningan.Bram menurunkan tangannya, memberi perhatian penuh pada sosok wanita ia cintai itu..“Tanya apa saja, bebas.” Jawab Bram.Anetta menarik napas, menaftap ujung meja seakan di sana ada jawaban.“Kamu tadi… terlihat kayak ada yang kamu tahan. Tentang Anthony, ya?”Bram tidak langsung menjawab. Ia menimang kata-katanya terlebih dahulu, memilih yang tidak menusuk, tidak juga lari dari kenyataan.“Aku cuma nggak mau nyusahin kamu,” ucap Bram pelan. “Hari ini udah cukup berat. Tapi iya, aku kepikiran sedikit.” Kata Bram, sembari tersenyum tipis.Anetta merapikan posisi duduknya. “Apa, hm... Tanya aja, Bra
Last Updated : 2025-11-27 Read more