Hati Raymond mencelos, tangannya mengepal kuat di sisi tubuhnya. Dadanya naik turun, nafasnya memburu menahan emosi yang bergejolak. Keheningan di ruang kantornya terasa mencekik, hanya suara detik jam dinding yang terdengar memecah kesunyian."Kenapa?" suara Raymond terdengar parau. "Kenapa kamu membohongiku, Dara?"Dara masih bergeming di tempatnya, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. Bibirnya bergetar, ingin menjawab tapi kata-kata tercekat di tenggorokan.Raymond menatap tajam ke arah Dara. "Aku percaya padamu! Selama ini aku pikir yang mengirim email, yang mengobrol denganku setiap malam, yang memahami setiap keluh kesahku adalah Rara. Tapi ternyata kamu!""Raymond, aku bisa jelaskan," suara Dara gemetar."Jelaskan apa? Bahwa kamu sengaja mempermainkanku?" Raymond memegang kedua pundak Dara, frustrasinya semakin memuncak. "Kamu tahu betapa aku menantikan pertemuan ini Dara! betapa aku merindukan wanita yang bernama Rara? Kamu tahu betapa aku berharap bisa bertemu dengan
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-12-26 อ่านเพิ่มเติม