Sore itu, matahari perlahan turun di balik puncak gunung yang menjulang, menciptakan siluet indah yang menenangkan jiwa. Angin sepoi-sepoi berhembus lembut, membawa aroma segar pegunungan yang menyegarkan.Dara berdiri di balkon villa yang luas, kedua tangannya bertumpu pada pagar kayu yang kokoh. Matanya terpaku pada pemandangan menakjubkan di hadapannya. Ini pertama kalinya dia benar-benar menikmati kebersamaan dengan Raymond tanpa harus bersembunyi atau merasa bersalah."Indah sekali," gumam Dara dengan suara pelan, hampir seperti bisikan.Tiba-tiba dia merasakan sepasang lengan kekar melingkari pinggangnya dari belakang. Tubuh hangat Raymond menempel di punggungnya, membuat jantungnya berdetak lebih cepat."Tidak seindah kamu," bisik Raymond di telinga Dara, suaranya dalam dan serak, membuat bulu kuduk Dara merinding.Dara tersenyum, pipinya merona merah. "Kamu ini gombal sekali."Raymond mengendus lembut jenjang leher Dara, menghirup aroma vanilla yang selalu membuatnya mabuk kep
Terakhir Diperbarui : 2026-01-06 Baca selengkapnya