“Hari ini saya akan menemui Radja,” ujar Dante pagi itu, suaranya tenang namun penuh tekad. “Saya akan membawa semua bukti kriminalitas Satya. Mungkin ini bisa menjadi alat barter untuk menukar Anggita.” Fablo mengangguk cepat. “Baik, Pak. Kalau begitu, saya akan segera menghubungi asistennya, Arga.” Tanpa menunggu tanggapan, Fablo berbalik dan meninggalkan ruang kerja Dante untuk menghubungi pihak Reinard Corporation. Sementara itu, Dante menurunkan pandangannya ke layar ponsel. Jarinya membuka galeri, deretan foto seorang anak perempuan berseragam sekolah tersimpan rapi. Foto-foto yang ia ambil diam-diam, dari jarak aman, tanpa berani mendekat. “Tunggu Papa, Nak,” gumamnya lirih. “Meski Papa belum siap melihat reaksi kamu saat tahu, kalau Papa adalah ayah kandung kamu.” Sudut bibirnya terangkat samar. “Radja bisa membantu,” lanjut Dante pelan. “Dia harus menjelaskan semuanya pada Anggita. Inggrit juga harus berani mengakui kebenaran.” Ia terdiam sejenak, napasnya tert
Last Updated : 2026-01-21 Read more