“Cemburu? Gimana rasanya? Sakit, hm?” Kaisar mendekat dengan senyum miring, tatapan dinginnya menusuk. Tubuhnya menutup seluruh ruang di antara mereka, Fairish sudah terkurung di antara dada Kaisar dan dinding. Napasnya tercekat. “K-Kaisar, jangan kayak gini … nanti ada yang lihat,” bisik Fairish panik, kedua tangannya menempel di dadanya, mencoba menahan. Kaisar justru merendahkan wajahnya, menatap bibir Fairish yang bergetar cemas. “Biarin. Kamu yang bikin aku begini.” Ciuman yang dalam, mendesak, penuh emosi tadi membuat lipstik Fairish langsung berantakan, belepotan di tepi bibir dan sedikit mengenai dagu. Fairish terengah, berusaha memalingkan wajah. “Kaisar … jangan gila! Aku gak mau sampe ada yang lihat kita di sini. Jangan lupa kita ada di mana sekarang.” “Terserah mau ketahuan atau nggak,” gumam Kaisar sembari menahan kedua sisi pinggang Fairish agar tak bisa kabur, wajahnya masih sangat dekat. “Yang penting kamu tahu kalau aku gak suka kamu lihat atau sentuh siapapun
Terakhir Diperbarui : 2025-12-10 Baca selengkapnya