“Mas ....” Djiwa buru-buru menarik lengannya agar bisa bangun dari posisi tersebut, namun Radja justru menahannya lebih kuat—seolah menyukai situasi ini. “Biarkan seperti ini dulu,” gumam Radja serak, khas bangun tidur. “Nggak, Mas,” Djiwa menggeleng cepat, tak ingin sampai Julian masuk dan menemukan posisi keduanya yang cukup intim ini. “Kita harus berangkat ke hotel, sebelum acaranya dimulai,” lanjut Djiwa masih berusaha menarik diri, tapi jelas Radja tak membiarkan itu sama sekali. “Saya sangat suka posisi ini,” kata pria itu santai, bibirnya tersenyum miring—senyum yang sialnya semakin membuatnya terlihat tampan berkali-kali lipat namun berbahaya. “Mas ....” Djiwa berkata lirih, tatapannya seperti memohon untuk dilepaskan. Radja hanya tersenyum kecil. Kali ini pria itu benar-benar melepaskannya, membuat Djiwa buru-buru berdiri. Mata Radja mengerjap pelan, mencoba memproses di mana saat ini dirinya berada. Tatapannya lurus pada Djiwa yang sudah rapi dan cantik. “Sudah seles
Terakhir Diperbarui : 2025-12-09 Baca selengkapnya