Pagi itu, meja makan keluarga Radja kembali dipenuhi kehangatan yang sudah menjadi rutinitas mereka sejak bertahun-tahun lalu. Radja duduk di kursi paling ujung, sementara Djiwa berada di sisi kanannya. Di hadapan mereka, Regantara, Narendra, dan Ratu menikmati sarapan dengan suasana yang tenang. Dentingan sendok dan garpu sesekali memecah keheningan. Djiwa yang sejak tadi memperhatikan putrinya akhirnya membuka percakapan. “Gimana semalam, Sayang?” tanyanya lembut. “Pertemuannya lancar?” Ratu yang baru saja memasukkan sesendok nasi ke mulutnya hampir tersedak. “Pelan-pelan,” ujar Djiwa sambil terkekeh kecil. Setelah meneguk segelas air, Ratu menghembuskan napas panjang. Ratu kemudian menggeleng pelan. Senyum Djiwa perlahan memudar. “Berarti ... gak cocok, ya?” “Belum sempet cocok atau nggaknya, Mom,” jawab Ratu akhirnya. “Lho?” Djiwa mengerutkan keningnya. “Aku bahkan belum ketemu sama orang yang mau dikenalin.” Kini giliran Radja yang mengangkat pandangan dari piringnya
آخر تحديث : 2026-07-08 اقرأ المزيد