“Saya baru tahu ternyata ada Mas Regan di sini,” ucap Narendra setelah duduk di hadapan Aluna. Tatapannya tanpa sengaja mengarah ke meja bar, tempat Regan duduk bersama seorang perempuan. Aluna mengikuti arah pandang pria itu, lalu tersenyum kecil. “Iya, itu temen aku. Namanya Nayla.” Narendra mengangguk pelan. “Jadi ... setelah Ratu, sekarang giliran Mas Regan?” Aluna terkekeh pelan. “Biar adil. Kemarin aku udah berusaha nyariin pasangan buat Ratu. Sekarang gantian kakaknya. Siapa tahu nanti mereka berjodoh.” Narendra menggeleng kecil sambil tersenyum. “Kamu ini, diam-diam jadi mak comblang keluarga kami.” Aluna ikut tertawa. “Lumayan, kan? Kalau nanti semuanya menikah, aku bisa bilang pernah berjasa mempertemukan calon-calon iparnya keluarga Reinard.” Narendra mengangkat satu tangan. Dengan gemas, ia mengusap pelan puncak kepala Aluna. “Kamu memang ada-ada saja.” Aluna hanya membalas dengan senyum manis. Tatapan keduanya saling bertemu beberapa saat, menikmati suasana malam
Zuletzt aktualisiert : 2026-07-13 Mehr lesen