Adrian berdiri di depan pintu. Satu demi satu mobil sedan hitam berhenti di depan.Pintu sebuah mobil Mercedes di tengah terbuka, lalu turunlah penguasa dunia mafia Kota Hutana, Titus.Wajahnya penuh lemak, auranya kejam. Hanya dilihat sekilas saja sudah membuat orang merasa seperti sedang ditatap seekor binatang buas."Hahaha. Kali ini keluarga kalian benar-benar punya wibawa besar ya, bahkan Master Zainal ikut bicara untukmu!" sindir Titus.Adrian tertawa dengan kencang. "Terima kasih, Tuan Titus, sudah mau datang membantu!""Kamu harusnya berterima kasih pada Master Zainal. Aku membawa 300 saudara ke sini! Anggap saja membayar balik budi masa lalu kepada Master Zainal."Titus berkata dengan nada sombong, sama sekali tidak memandang Adrian. Dia berbicara dengan apa adanya.Namun, Adrian tidak mempermasalahkannya. Asal mau datang membantu, itu sudah cukup. Soal membantu demi siapa, itu tidak penting.Dia melihat waktu di jam tangannya. Belum sempat berkata lagi, sekelompok konvoi mobi
اقرأ المزيد