"Arlo, kalau kamu punya cara menyelamatkan istriku, keluarkan sekarang. Kalau nggak, jangan menghalangi. Aku lebih rela istriku kehilangan akal sepenuhnya, daripada harus menghabiskan sisa hidup menatap sebuah batu nisan."Arlo berkata dengan tegas, "Pak Omran, di dalam hati seorang pria harus tegas dan kuat. Bagaimana bisa kamu terpengaruh oleh makhluk-makhluk kotor seperti ini?""Istrimu bisa mendapatkan rasa hormat dan kasihmu, pasti dia juga wanita yang kuat dan bermartabat. Dia telah hidup dengan penuh integrasi, dan saat mati pun dia pasti ingin pergi dengan tenang. Kalau kamu membuatnya menjadi bukan manusia ataupun hantu, itu bukan cinta ... itu egois."Omran terdiam lama.Seumur hidup, dia dikenal sebagai pria kuat dan istrinya juga wanita yang berakal luas. Bahkan ketika sakit parah, dia berulang kali berkata bahwa hidup dan mati itu adalah takdir. Kalau sampai akhir, dia tidak mau memakai alat bantu atau dipaksa hidup.Yang tidak rela melepaskan adalah Omran. Yang takut meng
اقرأ المزيد