Share

Bab 189

Author: Jayden Carter
Karena latihan mereka, tubuh dan perkembangan kecerdasan si Kembar Merah-Hijau berhenti di usia 14 atau 15 tahun. Dibandingkan pria dewasa normal, tubuh mereka jauh lebih pendek.

Karena itu, hal yang paling mereka benci adalah ketika ada orang menyebut mereka kurcaci atau memberi mereka tatapan aneh.

Saat itu, satu kata "kurcaci" dari Arlo langsung membuat keduanya marah besar. Mereka langsung berhenti mengejar Yudha, berbalik dan menerjang ke arah Arlo.

"Barusan kamu panggil kami apa?"

"Kalau b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 629

    Pemuda itu melihat Arlo masuk. Kilatan kewaspadaan melintas di matanya. Dia mengeluarkan kartu identitas dari sakunya."Aku Krisno, dari Departemen Urusan Luar Kemiliteran Provinsi Hareast."Arlo melirik sekilas kartu identitas itu, lalu merespons, "Terus?"Krisno mengerutkan kening dan berkata, "Sheila yang menyuruh orang memukul lebih dulu. Aku hanya menjalankan tugas sesuai hukum!""Mm. Pasal mana yang memberimu hak untuk menutup toko?" tanya Arlo balik.Krisno tetap tenang, bahkan tidak menunjukkan sedikit pun niat mengalah. "Beberapa orang Gorasa ini adalah personel pendamping dalam kompetisi militer kali ini. Mereka memiliki identitas khusus!""Lagi pula, sekalipun terjadi perselisihan, nggak seharusnya main hakim sendiri. Jadi aku punya alasan untuk meragukan motif Sheila. Menutup toko sementara sambil menunggu penyelidikan juga wajar."Arlo hanya bersuara singkat, lalu tertawa sinis. "Jadi, kamu bermain tuduhan tanpa bukti denganku?"Krisno menghindari tatapan Arlo dan melanjut

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 628

    Setelah mendengar apa yang dikatakan orang di telepon, wajah Sheila menjadi agak dingin. Dia segera berjalan cepat menuju lantai bawah.Di lantai dua adalah ruang pameran lukisan dan kaligrafi. Saat ini, seorang staf wanita yang mengenakan gaun tradisional berdiri di sana dengan wajah memerah. Matanya dipenuhi air mata. Dia tampak panik dan tidak tahu harus berbuat apa.Empat atau lima orang Gorasa berbicara dalam bahasa asing yang tidak jelas. Mereka menarik-nariknya sambil tertawa, tatapan mereka sangat mesum.Petugas keamanan bergegas datang dan baru saja membuka mulut. "Pak, jangan begitu ...."Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, salah satu orang Gorasa langsung mengangkat tangan dan menampar wajah petugas keamanan itu. "Bodoh! Kamu kira kamu siapa?"Petugas keamanan itu ditampar hingga tertegun. Namun, bekerja sebagai petugas keamanan di tempat ini, dia tahu bahwa orang-orang yang datang untuk berbelanja di sini kebanyakan adalah orang kaya atau berkuasa.Wajahnya memerah. Sete

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 627

    Afdhal memeluk kotak kardus itu dan kembali ke mobil."Apa ini?" tanya Vino, sopir sekaligus orang kepercayaan Afdhal.Afdhal mengelus dagunya, lalu berkata dengan suara berat, "Ini tugas yang diberikan oleh Master Antasari kepadaku."Setelah itu, dia mengulang perkataan Arlo kepada Vino.Vino langsung memutar bola matanya. "Master Antasari ini benar-benar licik. Bukankah ini sama saja dengan memerasmu?""Memerasmu, tapi bahkan nggak memberimu penawar racun! Kak, menurutku orang ini nggak berbeda dengan para tokoh besar berhati jahat itu! Lebih baik kita cari jalan lain saja!"Sebagai orang kepercayaan, dia sangat tahu bahwa 20 miliar lebih itu bisa dibilang adalah setengah dari seluruh harta Afdhal. Toh Afdhal tidak disukai Keluarga Jayadi.Afdhal tersenyum. "Nggak apa-apa. Racunnya belum bekerja, hanya wajahku saja yang terlihat pucat. Sepertinya untuk sementara nggak akan membahayakan nyawa.""Dengan kekayaan Master Antasari, kalau dia benar-benar ingin memeras orang, dia nggak akan

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 626

    "Aku nggak ingin menjadi tukang bersih-bersih, nggak ingin hidup di dalam kegelapan! Aku ingin menjadi orang yang bermartabat, menjalankan bisnis yang terhormat! Tapi Ibrahim nggak mau memberiku kesempatan itu. Dia hanya ingin aku menjadi bayangan Felix, terus membantunya!"Sampai di sini, Afdhal berhenti sejenak, lalu mengangkat kepalanya dan menatap Arlo. "Ibuku ... mati di tangan orang-orang Keluarga Jayadi!"Arlo hanya merespons dengan singkat, "Oh."Di dalam keluarga besar, hal seperti ini sebenarnya tidak perlu dijelaskan panjang lebar. Dia kira-kira sudah bisa menebak apa yang terjadi.Ibrahim menghabiskan waktu bersenang-senang di luar, sampai menghamili anak orang. Keluarga istri sahnya memiliki kekuatan yang cukup besar.Pada akhirnya, sang ibu disingkirkan, anaknya dipelihara. Anak haram itu kemudian dijadikan alat bagi putra sah. Semakin kaya seseorang, semakin mudah mereka memainkan praktik gelap ala kaum bangsawan feodal seperti itu."Aku nggak memelihara orang nggak berg

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 625

    Yusuf sangat gembira setelah Arlo menyetujuinya, bahkan kegembiraan itu bercampur sedikit rasa bangga. Bahkan Brandon pun tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya.Tak disangka, Yusuf benar-benar berhasil memperjuangkan hak distribusi Air Suci untuknya! Kesempatan seperti ini adalah sesuatu yang diidam-idamkan oleh banyak tokoh besar.Jika dilihat dari kekuatan, Keluarga Raharjo sebenarnya sama sekali belum memenuhi syarat untuk menjadi agen Air Suci!Sheila memandang dua orang dari Keluarga Raharjo yang tampak seperti baru saja mendapatkan harta karun. Di dalam hatinya, dia hanya bisa menggeleng pelan dan merasa sayang pada mereka.Banyak orang mengatakan bahwa pilihan lebih penting daripada usaha. Kalimat itu terasa sangat tepat untuk situasi saat ini. Yusuf sudah sangat "berusaha" menciptakan kesempatan sehingga Arlo mau muncul di "meja perundingannya".Arlo juga sudah memberikan mereka sebuah kesempatan. Sayangnya, mereka memilih untuk menolaknya. Setelah keluar dari rumah Keluarga

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 624

    Sheila mencibir. "Sudahlah, Pak Yusuf. Sandiwara begini sudah nggak ada artinya sekarang."Brandon juga merasa malu sampai wajahnya memerah. Dia meminta Yusuf menyimpan kembali cek itu. "Pak Arlo bersedia datang kali ini sepenuhnya karena permintaan Bu Sheila."Vior dan Naufal sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi. Mereka hanya menatap dengan bingung.Arlo langsung memotong basa-basi itu dan berkata terus terang, "Pak Yusuf mengundangku untuk mengobati penyakit hanyalah salah satu alasan. Sepertinya masih ada hal lain. Lebih baik langsung saja."Wajah Yusuf sedikit menunjukkan keterkejutan. Ketajaman Arlo benar-benar di luar dugaannya. Bahkan Brandon pun tidak menebak maksudnya. Dia melihat ke arah Brandon dan benar saja, wajah pemuda itu penuh kebingungan.Yusuf pun tidak berbelit-belit lagi dan langsung berkata, "Master Antasari benar-benar luar biasa. Kemampuan dan caramu bertindak sangat mengagumkan. Aku akan bicara terus terang.""Di bawah tekanan Keluarga Sinaga, bisnis per

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 54

    Sekeluarga itu saling memandang dengan kebingungan. Apa-apaan semua ini? Memangnya Faris itu orang yang bisa diajak ngomong baik-baik?Renata marah sambil mengentakkan meja, "Dasar berengsek, kamu tukang membual ya? Mau mempermainkan seluruh keluarga kita?"Arlo cuma terdiam. Dia benar-benar tak hab

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 70

    Hanya Victor yang wajahnya tampak penuh kegelisahan. Dia tidak menyangka Arlo benar-benar berhadapan langsung dengan keluarga Adrian. Mengingat kelicikan Zaki, lalu menimbang lagi kekuatan ekonomi keluarga Adrian sekarang, Victor merasakan hawa dingin yang menjalar di punggungnya.Waktu terus berjal

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 53

    Isyana mendengar semua itu sampai tertegun, tapi kemudian muncul keraguan. Arlo bilang dulu dia mengenal Santoso di kedai teh milik Sheila. Namun saat Faris datang ke rumah, Arlo sama sekali belum kenal Santoso, bukan? Hanya saja, Isyana tidak mengucapkannya."Sudahlah, lain kali jangan ulangi lagi!

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 61

    Sheila duduk di kursi pengemudi dan membawa Arlo langsung menuju sebuah rumah sakit swasta. Setelah turun dari mobil, keduanya langsung menuju ruang perawatan VIP.Di atas ranjang rumah sakit, terbaring seorang pria tua dengan tubuh kurus. Saat ini wajahnya tampak kebiruan, bibirnya membiru, napasny

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status