Yang berbicara adalah seorang pria paruh baya berbadan kekar, kedua matanya menyimpan kilatan tajam. Dia menatap Arlo dari atas ke bawah beberapa kali, kemudian alisnya sedikit mengernyit. "Aku sudah mencari tabib ahli. Tapi karena ini bentuk baktimu, ya sudah, bawa masuk dulu untuk melihat!""Ayah sedang tidur sekarang. Sebaiknya jangan dibangunkan!"Conan mengatupkan bibir, wajahnya tampak tidak puas. Bukankah ini menyulitkan orang? Kalau pasien tertidur, bagaimana cara melakukan pemeriksaan?Dia membawa Arlo ke sini memang untuk mengobati ayahnya, tetapi tujuan utamanya adalah memperkenalkan ahli bela diri ini kepada sang ayah.Namun mengingat posisinya di dalam keluarga, dia tidak bisa membantah, melainkan hanya bisa menoleh ke Arlo. "Ini kakak sulungku, Luwandi. Menurutmu, keadaan pasien sedang tidur apakah akan memengaruhi diagnosismu? Kalau mengganggu, kita bisa datang nanti."Arlo tersenyum tipis. "Nggak mengganggu." Dia berbicara sambil menatap Luwandi beberapa kali.'Pelipisn
Baca selengkapnya