Sebelum benar-benar melangkah keluar, Rina mendekati Kekey. Ia mengusap rambut bocah itu dengan penuh kasih sayang. Bagaimanapun juga, Kekey tidak bersalah. Kekey adalah korban dari ego dunia yang rumit."Tante pulang ya, Kekey sayang," ucap Rina sambil mencium kening Kekey dengan tulus.Kekey, yang dasarnya adalah anak yang manis dan baik hati, tiba-tiba memeluk leher Rina sebentar. "Makasih ya Tante sudah jaga Papa semalam. Tante Rina pulang hati-hati ya di jalan. Jangan lupa makan, nanti Tante sakit kayak Papa,” ujarnya dengan nada bicara ciri khas anak-anak.Mendengar perhatian kecil dari mulut mungil itu, pertahanan Rina nyaris runtuh lagi. Air matanya hampir tumpah, namun ia sekuat tenaga menahannya. Ia memberikan satu anggukan kecil pada Kekey sebelum akhirnya berbalik.Saat ia melintasi Aqila yang berdiri tegak di dekat pintu, langkah Rina melambat. Kedua wanita itu bertemu tatap. Tidak ada kata-kata yang terucap, namun ada perang dingin yang berkecamuk di antara mereka. Tat
Leer más