Share

Fakta mengejutkan!

Author: Risya Petrova
last update Last Updated: 2026-02-25 23:48:27

Bram meletakkan kunci mobil di atas meja, lalu menatap Rina dengan tatapan meminta maaf. "Rin, sebelumnya aku mau minta maaf. Aku sudah lancang masuk ke dalam rumahmu pasca kebakaran kemarin. Sebenarnya tujuanku baik, aku mau membantumu membereskan sisa-sisa barang sebelum penjarah datang."

Rina menggeleng pelan, ia duduk di sofa yang sudah ditutupi kain pelindung. "Tidak apa-apa, Bram. Aku justru berterima kasih. Rumah ini memang sedang rentan sekarang."

Bram menarik napas panjang, ia mulai be
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjebak Hasrat Terlarang Tetanggaku   Fakta mengejutkan!

    Bram meletakkan kunci mobil di atas meja, lalu menatap Rina dengan tatapan meminta maaf. "Rin, sebelumnya aku mau minta maaf. Aku sudah lancang masuk ke dalam rumahmu pasca kebakaran kemarin. Sebenarnya tujuanku baik, aku mau membantumu membereskan sisa-sisa barang sebelum penjarah datang."Rina menggeleng pelan, ia duduk di sofa yang sudah ditutupi kain pelindung. "Tidak apa-apa, Bram. Aku justru berterima kasih. Rumah ini memang sedang rentan sekarang."Bram menarik napas panjang, ia mulai bercerita. "Waktu itu, aku berniat mengambil palu dan paku di gudang belakang. Aku pikir aku bisa membuat pembatas sementara dari papan kayu untuk menutupi bagian dinding yang jebol supaya tidak ada orang luar yang masuk. Pas aku lagi ambil palu, aku merasa ada yang aneh dengan lantai kayu di gudang itu."Rina mengerutkan kening. Gudang belakang rumahnya memang jarang disentuh, biasanya hanya digunakan Ervan untuk menyimpan barang-barang lama."Lantai kayu di sana bunyinya kosong saat diinjak," la

  • Terjebak Hasrat Terlarang Tetanggaku   Kartu matinya Aqila

    Sore itu, langit di atas rumah sakit mulai berubah warna menjadi jingga kemerahan. Koridor rumah sakit yang biasanya sibuk, kini terasa sedikit lebih lengang seiring berakhirnya jam besuk sore. Aqila berdiri di depan pintu kamar VIP Fahmi, tangannya masih menggandeng erat jemari kecil Kekey yang tampak sangat kelelahan.Wajah Aqila tampak tegang, namun ada kilatan aneh di matanya. Kilatan yang bukan berasal dari rasa sedih, melainkan ambisi yang belum tuntas. Ia melirik Pak Gunawan, pengacaranya, yang sejak tadi berdiri kaku di sampingnya."Kekey sayang, tunggu sebentar di sini ya sama Pak Gunawan. Mama ada barang yang ketinggalan di dalam," ujar Aqila dengan nada suara yang dibuat selembut mungkin, meski matanya terus melirik ke arah dalam melalui celah kaca pintu yang tertutup.Kekey hanya mengangguk lemah. Bocah itu terlalu kecil untuk memahami badai yang sedang melanda kedua orang tuanya. Ia hanya ingin pulang dan tidur di kamarnya yang nyaman.Pak Gunawan melirik jam tangan mew

  • Terjebak Hasrat Terlarang Tetanggaku   Apa itu?

    Sebelum benar-benar melangkah keluar, Rina mendekati Kekey. Ia mengusap rambut bocah itu dengan penuh kasih sayang. Bagaimanapun juga, Kekey tidak bersalah. Kekey adalah korban dari ego dunia yang rumit."Tante pulang ya, Kekey sayang," ucap Rina sambil mencium kening Kekey dengan tulus.Kekey, yang dasarnya adalah anak yang manis dan baik hati, tiba-tiba memeluk leher Rina sebentar. "Makasih ya Tante sudah jaga Papa semalam. Tante Rina pulang hati-hati ya di jalan. Jangan lupa makan, nanti Tante sakit kayak Papa,” ujarnya dengan nada bicara ciri khas anak-anak.Mendengar perhatian kecil dari mulut mungil itu, pertahanan Rina nyaris runtuh lagi. Air matanya hampir tumpah, namun ia sekuat tenaga menahannya. Ia memberikan satu anggukan kecil pada Kekey sebelum akhirnya berbalik.Saat ia melintasi Aqila yang berdiri tegak di dekat pintu, langkah Rina melambat. Kedua wanita itu bertemu tatap. Tidak ada kata-kata yang terucap, namun ada perang dingin yang berkecamuk di antara mereka. Tat

  • Terjebak Hasrat Terlarang Tetanggaku   Haruskah aku mengalah?

    Keheningan yang mencekam menyelimuti kamar VIP itu. Di satu sisi, Aqila berdiri dengan senyum kemenangan yang tersamar, didampingi pengacaranya yang tampak kaku. Di sisi lain, Rina terpaku menatap Kekey, bocah kecil yang kini membasahi seprai rumah sakit dengan air matanya.Rina bisa melawan caci maki Aqila. Ia bisa bertahan menghadapi ancaman hukum Pak Gunawan. Bahkan, ia sanggup mengabaikan pandangan sinis dunia demi cintanya pada Fahmi. Namun, saat berhadapan dengan sepasang mata polos milik Kekey, seluruh keberanian Rina luruh. Ia merasa seperti seorang penjahat yang tertangkap basah sedang mencuri kebahagiaan dari sebuah rumah yang rapuh."Papa ... pulang ya? Kekey takut kalau Papa di sini terus," isak Kekey lagi, jemari kecilnya mengelus lengan kekar Fahmi yang tak terpasang infus.Fahmi memejamkan mata sejenak, menahan rasa sesak yang jauh lebih menyakitkan dari pada luka bakar di punggungnya. Ia melirik Rina, mencoba mencari jawaban di mata wanita itu. Namun, ia hanya menemuk

  • Terjebak Hasrat Terlarang Tetanggaku   Taktik licik

    "Aqila bukan hambatan lagi bagi hatiku, Rin. Secara hukum mungkin dia akan mempersulit, tapi secara batin, dia sudah mati bagiku sejak lama," potong Fahmi dengan nada suara yang bergetar namun tegas. Matanya mengunci tatapan Rina, mencoba menyalurkan sisa-sisa kekuatan yang ia miliki meskipun tubuhnya masih ringkih.Namun, ketenangan itu hanyalah fatamorgana yang pecah dalam hitungan detik. Dari luar koridor yang tadinya sunyi, tiba-tiba terdengar suara keributan kecil yang memecah keheningan rumah sakit. Suara langkah kaki yang tergesa-gesa beradu dengan lantai granit, diikuti oleh suara melengking seorang anak kecil yang memanggil-manggil dengan nada ketakutan.Deg!Jantung Rina seolah berhenti berdetak saat ia mengenali frekuensi suara itu. Ia menoleh ke arah pintu dengan wajah pucat pasi, sementara genggamannya pada tangan Fahmi mengendur karena syok. Fahmi pun tampak menegang, rahangnya mengeras dan urat-urat di lehernya menonjol saat ia mendengar suara yang sangat ia cintai s

  • Terjebak Hasrat Terlarang Tetanggaku   Pokoknya harus batal!

    "Tapi Ibu Aqila, Pak Fahmi sudah mengajukan gugatan dengan alasan ketidakharmonisan, dan sekarang situasinya semakin rumit dengan adanya pihak ketiga yang terlihat jelas di publik," suara Pak Gunawan terdengar hati-hati dari seberang telepon. “Dan Pak Fahmi mengatakan kalau istrinya … yaitu Anda tidak mau menerima perceraian ini, maka beliau siap untuk membongkar perselingkuhan Anda.”Aqila tertawa sinis, sebuah tawa yang kering tanpa rasa humor. "Pihak ketiga? Maksudmu Rina? Pak, dia itu cuma debu. Jika Fahmi mengatakan akan membongkar aib saya, maka saya juga punya kartu as setimpal. Saya dan Fahmi juga punya anak. Percaraian kami akan membuat mental anak saya down. Maka dari itu, saya ingin tetap mempertahankan pernikahan kami.”Dan di mata hukum, saya masih istri sah yang tidak pernah melakukan kesalahan fatal secara administratif. Saya ingin Anda mengulur waktu, mempersulit setiap prosesnya, dan buat hakim merasa bahwa pernikahan ini masih layak dipertahankan demi tumbuh tumbuh

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status