Share

Misi Rahasia

Author: Riani
last update Last Updated: 2026-01-20 16:00:00

Evelyn telah menyelesaikan kegiatannya di butik tantenya. Saat ini, ia sedang dalam perjalanan menuju rumah yang ia pinjamkan kepada Dafa.

Di tengah padatnya jalanan ibu kota sore itu, Evelyn termenung menatap ke luar jendela. Ia menyaksikan hiruk-pikuk kota yang tak kunjung reda, tepat saat sinar matahari mulai kehilangan cahayanya.

Di tengah kemacetan itu, rasa gelisah mulai menyergap pikirannya. “Apapun yang terjadi apapun resikonya, aku harus bisa. Cuma Dafa gak ada yang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ternyata Suami Orang   Dafa menerima

    Evelyn menatap Dafa cukup lama, hingga ia menyadari tubuh laki-laki itu menegang. Napas Dafa memburu, seolah-olah oksigen di ruangan itu menipis dan dunianya menyempit hanya pada titik di mana mereka berada. “Karena… ya karena aku cuma pengen kamu gak mau yang lain,” alasan Evelyn masih membuat Dafa bingung total. “Jangan membodohi aku Evelyn, banyak kandidat diluar sana yang pastinya ratusan orang ingin bekerja diperusahaanmu terus kenapa harus aku?, sampai-sampai kamu menjebak aku kayak gini!” Tegas Dafa panjang lebar. “Kamu tahu banyak orang pengen bekerja diperusahaanku, terus kenapa kamu nolak tawaran aku?” Tanyanya. “Ya karena aku gak mau!” Ucap Dafa “Yaudah silahkan, kamu tunggu aja sebentar lagi pasti Kayla bakalan nelepon kamu, cari-cari kamu karena kami sama aja kayak dia suka selingkuh,” Evelyn memutar-mutar ponsel di tangannya dengan gerakan santai namun penuh penekanan, sebuah gestur yang sangat menantang Dafa. Dafa mengusap wajahnya dengan kasar, berusaha menghal

  • Ternyata Suami Orang   Kenapa harus aku?

    Ada lengkungan tipis di bibir Evelyn, sebuah senyuman samar yang muncul tepat ketika ia menangkap raut panik yang membakar wajah Dafa hingga memerah. Dafa menghujamkan tatapan tajam ke arah Evelyn, namun gadis itu tetap bergeming dalam santainya, seolah amarah yang meluap di hadapannya hanyalah angin lalu. “Aku heran sama kamu, masa sih kamu lupa sama malam kemarin padahal kamu juga ikut nikmatin,” Di ujung kalimatnya, Evelyn berucap lirih sebuah nada sedih yang begitu tajam hingga terasa menusuk relung hati. “Nikmatin? Apa maksud kamu?” Sentak Dafa tanpa sadar tubuhnya condong ke depan, mencondongkan diri ke arah meja dengan tatapan yang menghujam. “Ya… masa kamu lupa sih gak mungkin lah aku jelasin,” Evelyn sedikit menunduk seolah menahan sesuatu yang entah hanya dia yang tahu. “Aku gak mau tahu hapus foto itu sekarang juga,” ucap Dafa menggebu-gebu. Evelyn hanya terdiam tangannya meremat handphonnya yang sudah ia ambil sejak tadi. “Gak bisa.” “Kenapa?” “Karena ini pent

  • Ternyata Suami Orang   Jebakan

    Kedua mata Dafa membelalak sempurna begitu menangkap objek di dalam foto itu. Tanpa aba-aba, ia menyambar ponsel Evelyn dengan gerakan kilat.“Tuh liat kelakuan istri kamu enak-enakan liburan ke kota C,” ucap Evelyn ia menatap Dafa yang masih mematung, menatap nanar foto di layar itu. Pemandangan di hadapannya terasa begitu menyesakkan, seolah oksigen di sekitarnya mendadak hilang.“Aku gak habis pikir bukannya dia harusnya ngejar kamu, minta maaf ke kamu eh malah asyik sama selingkuhannya bener-bener gak bener,” Evelyn terus mengoceh panjang lebar, sengaja menuangkan bensin ke dalam api untuk memprovokasi kemarahan Dafa.“Harusnya kan dia sadar udah punya suami dan harusnya kan—““Kamu dapet dari mana foto ini?” Dafa mengalihkan pandangan dari ponsel itu, lalu menatap Evelyn tajam. Saat ia mulai bicara, nada suaranya merendah dingin dan penuh penekanan yang mengintimidasi.“Dari mana aja boleh, kamu gak perlu tahu yang pasti iti foto asli bukan editan,” tukasnya.Dafa hanya terdiam.

  • Ternyata Suami Orang   Menunggu Dafa

    Kayla merapatkan bibirnya rapat-rapat, tanda bahwa ia sangat kesal. Ia melepaskan tangannya dengan perlahan namun tegas, menciptakan jarak yang seolah tak terlihat namun terasa begitu lebar di antara dirinya dan Cakra. “Kamu sekarang jadi aneh Cakra apa ada yang kamu sembunyiin dari aku?” Tanya Kayla matanya menatap tajam Cakra yang duduk didepannya. Cakra tersenyum kecut. Ia meletakkan sendok di tangan kanannya ke atas piring dengan bunyi denting yang pelan namun terasa memekakkan di tengah keheningan itu. Sajian makanan yang seharusnya memanjakan lidah kini terasa hambar. “Oke oke nanti kita kesana ya kamu jangan marah lagi sayang please aku pengen nikmatin waktu berdua kita,” ucapnya parau, seolah seluruh tenaganya telah habis hanya untuk mempertahankan keberadaannya di sana. “Apa aku harus marah dulu biar kamu mau nurutin kemauan aku? Iya?!” Kesal Kayla tangannya terlipat di dadanya ia lebih membuang muka seolah Cakra adalah pusat kemarahannya. “Enggak sayang aku minta

  • Ternyata Suami Orang   Keinginan Kayla

    Cahaya matahari pagi menyusup masuk, menghujam mata Dafa dengan kilaunya yang tajam hingga ia terjaga. Di sela kantuknya, ia perlahan membuka mata.“Errggh,” lirih Dafa.Dafa meringis sambil memegangi kepalanya yang terasa berat. Dengan gerakan pelan, ia mencoba bangkit dan duduk bersandar pada sandaran ranjang."Dafa melirik ke sekeliling kamarnya. Ada sesuatu yang terasa janggal, sebuah perasaan asing yang mengusik logikanya, namun ia benar-benar bingung hal apa yang sebenarnya terjadi.“Kenapa kepalaku pusing banget dan aku gak inget apa-apa,” Dafa terdiam sejenak mengingat kejadian kemarin. “Kemarin sore Evelyn kesini terus, arrggh pusing mending aku mandi aja.”Setelah mandi dan merasa lebih segar, Dafa kini sudah berpakaian rapi. Ia mulai menyiapkan segala perlengkapannya untuk bekerja hari ini.Seketika bayangan Kayla melintas di benaknya. Sudah cukup lama ia tidak mendengar kabar dari istrinya itu wanita yang pernah sangat ia cintai, namun memilih untuk berkhianat.“Hufft aku

  • Ternyata Suami Orang   Kesempatan Evelyn

    Akhirnya, dengan susah payah, Evelyn memapah Dafa masuk ke dalam kamarnya.Evelyn mendudukkan Dafa di ranjang besar itu. Seketika, dominasi warna putih di dalam kamar menciptakan atmosfer yang membuat Evelyn merasa canggung.“Aduh kenapa aku jadi gugup begini,” ucap Evelyn dalam hatinya.“Sshh…” Dafa mengerang pelan sambil memijat kepalanya. Saat ia mengangkat wajah dan menatap Evelyn, jantung gadis itu berdegup kencang rasa gugupnya kini benar-benar tak terbendung.“D-Dafa kamu butuh sesuatu?” panggil Evelyn lirih. Ia memberanikan diri menatap lekat lelaki itu. Dafa menggeleng pelan mata pria itu terlihat sayu.Tanpa disadari, seolah ada daya tarik yang tak kasat mata, jarak di antara mereka perlahan terkikis. Wajah keduanya bergerak semakin mendekat.Cup…Tanpa peringatan, Dafa mendaratkan kecupan di bibir manis Evelyn. Napas Evelyn tercekat dan matanya membelalak sempurna ia tak pernah menyangka ciuman perta

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status