Hotel La Vola, ComoUdara di dalam kamar VIP itu terasa statis, dipenuhi bau mesiu dan aroma kematian yang pekat. George Riciteli berdiri dengan angkuh, moncong senjatanya hanya berjarak beberapa inci dari kening Fabrizio Jonas. Namun, tepat saat jarinya hendak menekan pelatuk untuk mengakhiri garis keturunan Jonas, sebuah kilatan cahaya muncul dari arah pintu yang hancur.DUAR!Peluru kaliber .45 melesat, merobek bahu kiri George. Hantaman itu begitu keras hingga tubuh George tersentak ke samping. Bella menjerit, suaranya melengking memecah ketegangan. Barisan bodyguard Kelabang Hitam yang tadinya ciut, kini menyibak, memberi jalan bagi sesosok pria bermuka pucat dengan mata cekung yang memancarkan kebengisan dingin.Dominico Jonas. Sang predator yang sedang sekarat itu melangkah maju, pistolnya masih mengepulkan asap. Fabrizio, yang menyadari kesempatannya, segera bangkit dan melayangkan tendangan brutal ke ulu hati George. George terjerembab ke lantai marmer yang dingin. Dalam s
Read more