Dua hari kemudian, Indira sudah memutuskan ajakan Bara untuk liburan ke Bali. Ia pun sendiri yang berkata pelan pada Bara. “Mas… kalau masih mau, kita ke Bali minggu depan. Anak-anak sudah libur.”Bara menatapnya seolah tidak percaya. “Serius? Kamu mau?"Indira mengangguk. “Iya, untuk anak-anak. Apalagi Nathan sangat antusias. Katanya dia ingin melukis di sana."Bara tersenyum lebar. “Terima kasih, Dira.”"Ini demi anak-anak, Mas. Jangan ucapkan terima kasih."Ia tidak membahas lebih jauh. Tidak ingin membuat Indira merasa terpojok. Tapi di dalam dadanya, harapan itu tumbuh semakin nyata. Ia rasa ini kesempatan untuknya agar semakin dekat lagi dengan Indira."Kita berangkat besok, okay? Aku akan suruh Rudi siapkan semuanya," kata Bara semangat."Tapi Mas, apa kamu nggak apa-apa? Pekerjaan kamu gimana? Apa ini nggak mendadak?" tanya Indira khawatir. Sebab, Bara adalah seorang presdir yang pasti sangat sibuk. Jadwalnya pasti padat, tidak seperti dirinya yang hanya karyawan kantoran bias
Last Updated : 2026-02-21 Read more