Di kantor Indira, meeting besar tengah berlangsung. Eddy duduk berseberangan dengan Pak Hardi. Indira ikut duduk sebagai perwakilan divisi desain. Sepanjang presentasi, Eddy beberapa kali mencuri pandang ke arah Indira. Wanita itu tampak fokus, serius, dan profesional. Semakin sulit didapat, semakin menantang baginya.Setelah meeting selesai dan kerja sama disepakati secara prinsip, Pak Hardi tersenyum puas.“Terima kasih, Pak Eddy. Semoga kerja sama ini berjalan lancar.”“Tentu, Pak,” jawab Eddy. Lalu, dengan sengaja ia menoleh pada Indira. “Saya harap ke depan kita bisa sering diskusi, Bu Indira.”Indira hanya tersenyum formal, menahan jengkel di hatinya. “Sesuai kebutuhan pekerjaan saja, Pak.”Saat semua orang keluar dari ruang rapat, Eddy sengaja memperlambat langkah hingga hanya tersisa ia dan Indira di lorong.“Kenapa sih kamu dingin banget sama saya?” tanyanya lebih serius kali ini.Indira berhenti. Menatap Eddy lurus-lurus. “Karena saya tidak nyaman dengan sikap Bapak.”Eddy
Read more