***Pukul sepuluh malam, Indira dan Bara memutuskan pulang. Nathan dan Nala sudah mengantuk. Bara menggendong Nala, sementara Nathan berjalan setengah terhuyung karena kantuk sambil memegang tangan Indira.Sesampainya di rumah, Bara membantu menidurkan anak-anak. Indira duduk di ruang tengah, menatap kosong dinding. Teh chamomile lagi-lagi menemani, kali ini tak disentuh sama sekali.Bara keluar dari kamar Nathan dan duduk di samping Indira."Kamu hebat," ucapnya pelan. "Aku tahu itu nggak mudah."Indira tak menjawab. Ia hanya menunduk, jemarinya meremas ujung dressnya."Dir...""Mas, aku mau sendiri dulu," potong Indira lirih. "Makasih udah temenin aku hari ini."Bara menatapnya ragu. Ia ingin tetap di sini, ingin memeluk wanita itu dan mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Tapi ia juga tahu, kadang seseorang butuh ruang. Meskipun Bara sendiri tahu ,kalau Dewa pernah ada di hati Indira. Ia cemburu. "Aku pulang ya. Kalau kamu butuh sesuatu, telepon aku," ucap Bara akhirnya.
Last Updated : 2026-02-24 Read more