Mayang tersenyum puas melihat Indira mengangguk setuju. "Nah, gitu dong. Masa iya pulang malam-malam? Kasihan nanti kalau ada apa-apa di jalan. Lagipula, Bara juga bakal lebih tenang kalau kamu di sini."Indira melirik Bara yang tersenyum lebar, matanya berbinar kemenangan. "Dasar," gumam Indira pelan sambil mencubit lengan Bara."Aduh!" Bara meringis pura-pura kesakitan. "KDRT sebelum nikah, Ya Allah.""Kalem aja, Mas. Belum sah kok," ledek Indira.Mayang tertawa kecil melihat interaksi mereka. "Sudah, sudah. Kalian jangan ribut. Bara, antar Dira ke kamar tamu. Ambilkan handuk bersih dari lemari. Saya mau cek makanan kucing dulu, si Manis pasti kelaparan."Indira tersenyum malu-malu saat menyadari kalau ia bercanda dengan Bara didepan Mayang."Iya, Ma." Bara mengangguk patuh. ***Malam semakin larut. Rumah Mayang yang luas itu terasa hangat dan damai. Indira baru saja selesai mandi, rambutnya masih setengah basah saat ia duduk di tepi ranjang kamar tamu. Kamar itu nyaman, dengan dek
Baca selengkapnya