Ponsel Bara hancur di lantai, pecahannya tersebar di karpet mahal. Nafas Bara naik turun, dadanya bergetar menahan amarah yang hampir menelan kewarasannya. Ia menatap dinding seolah ingin menembusnya dan berlari ke arah Bella hanya untuk… entah. Ia sendiri tak tahu, apakah ia ingin berteriak, memaki, atau justru mengakhiri semuanya saat itu juga.Bara menutup wajah dengan kedua tangan. Rasa mual, jijik, marah, dan sedih berbaur menjadi satu.Ini wanita yang ia perjuangkan sejak duduk di bangku SMP. Wanita yang ia kejar bertahun-tahun, yang ia banggakan, yang ia cinta. Namun, wanita itu, wanita itu tidur dengan pria lain.Menikmatinya.Tersenyum, bahkan tertawa dengan pria lain.Bara memukul meja di hadapannya keras sekali sampai buku-buku jarinya memerah.“Aku sudah cukup baik. Aku sudah lebih dari cukup dan punya segalanya," gumamnya lirih, getir, penuh luka. “Bella… bagaimana kamu bisa tega?”Ia berdiri, memandang pecahan ponsel itu. Ia hendak mengambilnya, hendak mencoba menghubung
Last Updated : 2025-11-23 Read more