Keesokan harinya, suasana rumah besar itu terasa sangat berbeda. Indira merasakannya begitu membuka mata, udara yang biasanya sunyi, kini seperti penuh tekanan yang tak terlihat. Ada langkah-langkah yang sengaja dibuat berisik di luar kamarnya, suara bisikan-bisikan samar yang jelas ditujukan padanya, tapi tak ada satu pun yang berani bicara terang-terangan.Sementara itu, di ruang makan, Bella sudah bangun lebih pagi daripada biasanya. Ia mengenakan dress sederhana namun elegan, rambut disisir rapi, wajah dipoles tipis. Seolah malam sebelumnya, malam ketika ia dan Mayang menyaksikan hal yang mengoyak hatinya, tidak pernah terjadi.“Bara, sarapannya udah aku siapin.” Bella tersenyum lebar ketika Bara menuruni anak tangga.Bara mengerjap, sedikit bingung. “Kamu… bangun pagi?”Bella tertawa pelan, lembut, manja—berlebihan. “Nggak salah kan kalau aku mau jadi istri yang baik lagi?”Mayang yang duduk di ujung meja langsung ikut tersenyum, seakan-akan ia dan Bella tidak sedang menyimpan ba
Last Updated : 2025-12-04 Read more