Bara menatap Indira dengan curiga, tajam dan menuntut. Nada bicaranya jelas, menginterogasi, seolah Indira adalah tahanan dan menyembunyikan rahasia.Mendengar Indira mengatakan soal anak-anak—dari sanalah Bara curiga. Sedangkan Indira, merasa gelisah karena Bara terus menodongnya dengan pertanyaan menyudutkan. Sebab, ia tidak bisa menjawabnya."Indira jawab. Apa jangan-jangan—"Sebelum Bara sempat bicara banyak, seseorang tiba-tiba datang dan memotong kata-katanya. "Nyonya, maaf saya ganggu, saya lagi cari mainan anak saya."Indira langsung menatap Bi Rumi yang berdiri dibelakang Bara. Ucapan asisten rumah tangganya itu seperti bantuan yang datang untuknya"Oh, i-itu mainannya." Indira mengambil boneka barbie itu dari tangan Bara dan menyerahkannya pada bi Rumi.Di sisi lain, Bara masih terdiam, tapi tatapannya tak pernah lepas dari Indira dan Bi Rumi. Seolah mencari-cari sesuatu dari mereka berdua. Mencari, kebohongan."Iya, ini punya Tisa, Nyonya.""Oh begitu?""Oh iya Nyonya. Tamu
Last Updated : 2025-12-29 Read more