Prabu melanjutkan percakapannya dengan Barata, sesekali melibatkan Sira dalam topik bisnis dengan senyum bangga, seolah Sira adalah pasangan yang benar-benar cerdas dan mendukung. Sementara itu, Gavin terpaksa berdiri kaku di samping Raina.Gavin tidak mendengarkan apa pun yang dibicarakan Prabu. Matanya terus mencuri pandang ke arah Sira. Sesekali menatap sinis pada pria di sampingnya yang berhasil membakar rasa cemburu dan amarahnya.Raina, yang merasakan lengan Gavin menegang, menoleh. "Mas, kamu kenapa? Wajahmu tegang sekali," bisik Raina khawatir."Tidak apa-apa, Sayang. Hanya memikirkan bisnis baru," jawab Gavin cepat, memaksakan senyum yang tidak sampai ke matanya.Di sisi lain, Sira merasa tercekik. Senyum palsunya terasa sakit di pipi. Ia bisa merasakan tatapan Gavin yang membakar di setiap gerak-geriknya. Prabu, seolah sengaja, semakin meningkatkan kontak fisiknya, beberapa kali ia menangkup pundak Sira dengan sangat sopan namun tegas, menyatakan kepemilikannya yang membuat S
Terakhir Diperbarui : 2025-12-14 Baca selengkapnya