Sore itu, langit di atas rumah Sira tampak mendung, seolah-olah awan ikut berduka atas badai yang menghantam penghuninya sejak fajar tadi. Suasana di dalam rumah masih terasa mencekam, meski Prabu sudah lama pergi.Ketukan pelan di pintu menyadarkan Sira dari lamunannya. Di ambang pintu, berdirilah Melati dan Arwan. Keduanya tampak masih mengenakan seragam guru, wajah mereka kuyu, pertanda bahwa hari ini di sekolah adalah neraka bagi siapa pun yang mengenal Sira."Hai, Ra! Kamu baik-baik saja?" sapa Melati begitu melihat wajah Sira yang tampak lebih kusut darinya.Sira mengangguk lemah dengan maksakan seulah senyum penuh penyesalan. " Maaf, gara-gara aku kalian pasti kerepotan hari ini." "Bukan masalah, kamu jauh lebih mengkhawatirkan kamu," sahut melati menangkan. "Tapi ini apa kami gak di suruh masuk dulu? Capek banget mau duduk," lanjut Melati dengan nada candaannya.Sira mempersilakan mereka masuk. Ia tidak banyak bicara, pikirannya sudah terlalu penuh untuk merangkai kalimat bas
Terakhir Diperbarui : 2025-12-24 Baca selengkapnya