Sore itu, hujan turun rintik-rintik, menciptakan suasana yang semakin kelabu di kediaman Gavin dan Raina. Suara mesin mobil Gavin yang memasuki halaman rumah terdengar seperti dentuman berat bagi pendengaran Raina yang sudah menunggu dengan cemas sejak tadi.Gavin turun dari mobil dengan gerakan lambat. Bahunya merosot, wajahnya pucat, dan matanya tampak kosong. Ia melangkah masuk tanpa mengucapkan salam, bahkan tidak menyadari keberadaan Raina yang berdiri di dekat ruang tamu."Mas? Akhirnya kamu pulang," sapa Raina dengan suara lembut yang ceria. "Aku sudah mencoba meneleponmu beberapa kali hari ini, tapi kayaknya kamu sibuk banget. Gimana hasil sidangnya, Mas? Mbak Sira baik-baik aja, kan? Sekolah tetap aman, kan? Aku yakin kamu bisa mengatasi semuanya dengan baik."Gavin terus berjalan, melewati Raina seolah wanita itu hanyalah pajangan di dinding. "Aku capek, Na. Jangan sekarang," jawabnya singkat tanpa menoleh sedikit pun.Raina tertegun. Pengabaian dingin itu terasa seperti huj
Terakhir Diperbarui : 2025-12-30 Baca selengkapnya