Share

BAB 250

Penulis: Cassian Story
last update Tanggal publikasi: 2026-03-02 14:02:37
Gadis kecil itu.

Rambut hitam legamnya berkibar diterpa angin saat ia berlari ke arahnya. Ada ketakutan yang jelas di wajahnya.

Mata biru itu langsung terkunci pada Rion.

Sebelum Rion sempat berkata apa pun, gadis itu sudah berada di depannya.

Tangannya yang kecil dan terdapat bekas luka tiba-tiba meraih pergelangan tangan Rion.

“Lari!” bisiknya hampir tanpa suara. Dan ia menariknya.

Rion tidak bergerak selama sepersekian detik. Ia bukan tipe anak yang mudah ditarik ke dalam situasi
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Chenlily678 Lily
iya kk bner kan aya steave keren sekali heheh suka kali
goodnovel comment avatar
Heni Purwantie
nahh aku jg pengen ada versi mini steve ayah, sdh pasti dia mewarisi kekerenan ayahnya ......
goodnovel comment avatar
Chenlily678 Lily
di tunggu bab bru nya rion versi mini steave suka skli
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Gairah Membara Paman Tunanganku   BAB 319

    Bandara malam itu dipenuhi lalu lalang penumpang. Namun di sudut khusus keberangkatan, suasana terasa lebih intim.Serena memeluk Luna dengan hati-hati, tangannya mengusap punggung menantunya penuh kasih. “Jaga diri baik-baik, ya. Jangan terlalu lelah,” ucapnya. Luna mengangguk patuh. “Iya, Bu.”Serena lalu menoleh ke arah Rion. Tatapannya berubah sedikit tegas, khas seorang ibu. “Kamu juga. Jangan terlalu keras kepala.”Rion mengangguk paham. “Iya, Bu.”Sementara itu, Steave berdiri di depan Leo yang sedang menggendong Azzura yang tidak bisa diam.“Awas kamu,” ujar Steve setengah mengancam, tapi dengan nada bercanda. “Kalau Azzura jatuh lagi dan terus menangis–”“Iya Ayah! Intruksi diterima!” Leo langsung panik. “Aku akan menjaga princess Whitmore dengan baik.”Steave mendengus, lalu mengusap kepala Azzura yang malah tertawa tanpa mengerti apa-apa. “Kamu bisa perintahkan apa saja pada Om-mu,” gumamnya pada sang cucu. Leo memutar mata kesal, kalau ayahnya tidak menjanjikan bahwa ia

  • Gairah Membara Paman Tunanganku   BAB 318

    Beberapa hari setelah malam itu, suasana megah menyelimuti sebuah hotel bintang lima di pusat London.Resepsi pernikahan yang selama ini tertunda akhirnya digelar.Aula besar itu dipenuhi cahaya lampu kristal yang berkilauan, dihiasi bunga-bunga segar yang elegan. Tamu undangan datang dari berbagai kalangan pebisnis besar, relasi internasioal, hingga keluarga dekat. Jumlahnya bukan lagi kalanga, tapi hampir mencapai ribuan.Di atas pelaminan, Rion dan Luna berdiri berdampingan.Luna tampak begitu anggun dalam balutan gaun putih panjang yang menjuntai sempurna. Senyumnya tidak pernah lepas, dan matanya berbinar penuh kebahagiaan.Sementara di sampingnya, Rion berdiri tegap dengan setelan jas elegan. Wajahnya tetap tenang seperti biasa, tapi sesekali sudut bibirnya terangkat saat menatap istrinya.Tangannya tidak pernah lepas dari Luna.“Kamu capek?” tanya Rion sedikit menunduk ke arah Luna.Luna menggeleng sambil tersenyum. “Tidak. Aku sangat senang.”Rion menatapnya beberapa detik le

  • Gairah Membara Paman Tunanganku   BAB 317

    Di ruang keluarga, Serena tampak duduk santai di sofa sambil memangku Azzura. Tangan wanita itu dengan sabar menggoyangkan mainan kecil, membuat balita mungil itu tertawa riang tanpa henti.“Pintarnya,” ujar Serena, matanya penuh kasih.Azzura merespons dengan suara celoteh yang belum jelas, tetapi cukup membuat Serena semakin gemas. Ia mengecup pipi kecil itu berkali-kali.Kemudian, ia mendengar langkah kaki yang mendekat, Serena menoleh, lalu mendapati Luna berdiri tidak jauh dari sana. Wajah menantunya itu tampak berbeda, dan sedikit gugup, bahkan cenderung malu.“Luna?” panggil Serena. “Ada yang kamu butuhkan?”Luna menggigit bibir bawahnya sebentar, ragu untuk berbicara. Tangannya saling menggenggam, terlihat sedang menahan rasa canggung.“Ibu…” suaranya sekecil mungkin. “Ya?” Serena tersenyum, menunggu dengan sabar.Luna menarik napas, lalu akhirnya memberanikan diri. “Malam ini… apakah Ibu bisa menjaga Azzura?”Serena terdiam sepersekian detik, lalu matanya langsung menyipit p

  • Gairah Membara Paman Tunanganku   BAB 316

    Selesai makan malam, Luna mengganti lampu kamar dengan lampu tidur yang lebih gelap. Azzura akhirnya tertidur setelah cukup lama bermain lagi di atas tempat tidur. Napas kecilnya terdengar teratur, dan wajah mungilnya tampak damai. Luna mengelus kepala putrinya sebelum berdiri. Ia melangkah keluar kamar, menutup pintu dengan hati-hati agar tidak menimbulkan suara.Tubuhnya terasa lelah. Hari ini cukup panjang, jadi ia berniat mandi sebentar untuk merilekskan diri.Namun, baru saja ia tiba di dalam kamar mereka, dua tangan tiba-tiba melingkar dari belakang melingkupi pinggangnya.Luna tersentak dan tubuhnya sempat menegang. “Rion?!” ucapnya kaget.Napas hangat menyentuh lehernya. “Hemm.”Suara rendah itu langsung membuat tubuh Luna melemas. “Kamu ini,” gumamnya, tangannya menyentuh lengan Rion yang masih memeluknya erat.Rion semakin mendekat. Wajahnya bersandar di bahu istrinya. Ia benar-benar lelah.“Kapan pulang?” tanya Luna. “Dari tadi.”Luna tersenyum kecil. “Kenapa tidak bila

  • Gairah Membara Paman Tunanganku   BAB 315

    Beberapa bulan kemudian…Suasana terasa jauh lebih hidup dari biasanya. Rion membawa Luna dan anaknya untuk tinggal kembali di mansion karena Serena terus memohon, dan Rion tidak tega melihat ibunya. Tawa kecil bercampur teriakan riang memenuhi ruangan, membuat siapa pun yang ada di sana sulit untuk tidak ikut tersenyum.Di tengah ruang keluarga, seorang bocah kecil dengan langkah belum sempurna berlari ke sana kemari.“Azzura, pelan-pelan!” seru Leo yang sudah mulai kewalahan.Namun bocah perempuan itu sama sekali tidak berhenti.nKakinya yang mungil terus melangkah cepat, sesekali hampir tersandung karpet, lalu.. Bruk!Ia terjatuh.Semua orang refleks menoleh.Luna yang duduk di sofa langsung menegakkan tubuhnya, tapi belum sempat berdiri, Serena sudah lebih dulu menahan tangannya.“Biarkan saja,” ujar Serena lembut. “Tidak apa-apa.”Luna menggigit bibirnya menahan diri.Sementara itu, Azzura hanya diam satu detik lalu tertawa. Ia bangkit lagi, lalu kembali berlari.“Lihat kan?” gu

  • Gairah Membara Paman Tunanganku   BAB 314

    Ruangan VIP yang ditempati Luna mulai di penuhi aroma makanan yang baru datang. Luna tengah bersandar lemah di ranjang dengan wajah pucat, tapi jauh lebih tenang dibanding beberapa jam lalu.Serena duduk di samping ranjang, memegang mangkuk sup. Dengan penuh perhatian, ia meniupnya sebelum menyuapkan ke arah Luna. “Pelan-pelan, saja,” ucapnya. Luna sempat ragu, matanya melirik ke arah Rion sekilas, seolah meminta izin. Rion yang berdiri tak jauh dari sana hanya mengangguk kecil tanpa mengalihkan pandangan dari tablet di tangannya. Bukannya apa, ia masih bingung harus bagaimana setelah status barunya di akui ibu mertuanya. “Buka mulutmu,” kata Serena.Luna akhirnya mengikuti, menerima suapan itu. “Terima kasih… Bu,” ucapnya malu-malu.“Kamu tidak perlu sungkan. Mulai sekarang, kamu bagian dari keluarga ini,” ujar Serena. Ucapan itu membuat dada Luna terasa hangat. Ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokannya, hampir membuatnya ingin menangis.Di sisi lain ruangan, Rion berdiri

  • Gairah Membara Paman Tunanganku   BAB 197 - kedatangan Oliver

    Serena sedang duduk di hamparan rumput dii halaman mansion, sambil menggendong Leo yang sudah tiga bulan lebih dengan satu tangan sementara tangan lainnya bermain menyentuh jempol kecil sang bayi. Suara tawa Rion terdengar dari arah ruang makan, di mana dia sedang makan bersama susternya. Tiba-ti

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
  • Gairah Membara Paman Tunanganku   BAB 204 - Apa Yang Kamu Cari?

    “Kali ini aku harus mengetahuinya.”Serena menutup pintu ruang kerja dengan hati-hati, memastikan tidak ada yang melihatnya masuk. Kali ini, iq harus tahu apa sebenarnya yang ada di dalam brankas itu, meskipun merasa bersalah karena mencari sesuatu tanpa seizin suaminya.Tanpa berlama-lama, ia lan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
  • Gairah Membara Paman Tunanganku   BAB 201 - Dia lah Orangnya.

    Keesokan harinya, tepat pukul sepuluh pagi, Elena, kepala pelayan mansion Steave datang menghampiri Serena yang sedang bermain dengan Leo dan Rion di halaman belakang."Maaf, Nyonya," ucap Elena dengan nada sedikit tertekan. "Ada tamu yang ingin bertemu dengan Anda di ruang tamu. Ia tidak mau pergi

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
  • Gairah Membara Paman Tunanganku   BAB 194 - Awas Kau Ya!

    Sejak satu jam terakhir, Lia mondar-mandir ke toilet. Wajahnya pucat karena ini sudah beberapa kali, ia bahkan buang angin tanpa sengaja di dekat Steave Malu, Lia ingin sekali menghilang saat itu juga. Perutnya melilit tak nyaman, seperti diremas dari dalam.“Kenapa sih ini,” gumamnya sambil mene

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status