Dari semalam penuh Dylan menemani Viony di rumah sakit. Demam tinggi Viony semalam sudah turun setelah dokter memberikan suntikan khusus. Saat pagi tiba, Dylan meminta Margaret dan Maxim untuk pulang. Dylan yang akan menemani Viony. "Apa tidak apa-apa kalau Paman pulang, Dylan?" Maxim menatap Dylan yang berdiri di samping ranjang Viony. "Tidak apa-apa, Paman. Tante Margaret juga harus istirahat dulu, baru siang nanti saya yang akan pergi ke kantor," ujarnya. Margaret tampak pucat dan sedih. Oleh karena itu, Dylan menyarankan agar dia ikut pulang bersama Maxim. "Baiklah kalau begitu kami pulang dulu, titip Viony ya, Nak. Kalau terjadi apa-apa, segera hubungi Tante," pinta Margaret pada pemuda itu. Dylan mengangguk cepat. "Iya, Tante." Kedua orang itu pun bergegas pergi, meninggalkan Dylan yang kini menemani Viony. Dylan duduk di samping Viony, ia menatapi wajah Viony yang masih damai dengan alam mimpinya. Ingatan Dylan seperti berputar pada waktu-waktu kemarin, di mana Viony s
Read more